Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak Usia di Bawah Satu Tahun

Sri Mulatsih, Silvia Meiliana

Sari


Latar belakang. Angka kejadian leukemia limfoblastik akut (LLA) pada anak usia di bawah satu tahun sekitar 2%-5% dari seluruh pasien LLA dengan event-free survival (EFS) untuk 3 sampai 6 tahun hanya 22%-54%. Prognosis LLA pada anak di bawah usia 1 tahun dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya usia pada saat diagnosis, angka leukosit awal yang tinggi, ekspresi CD10, ekspresi myeloid-associated antigen, translokasi 11q23/MLL (mixed-lineage leukemia) rearrangements, dan respon pada terapi awal.
Tujuan. Memberikan gambaran klinis dan luaran terapi pasien LLA anak usia di bawah satu tahun.
Metode. Laporan empat kasus LLA pada bayi mengenai perjalanan klinis, perawatan, dan hasil akhir pengobatan yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Hasil. Telah dirawat empat kasus LLA anak usia di bawah satu tahun. Satu kasus drop out dari pengobatan dan satu kasus meninggal pada fase awal pengobatan karena syok septik. Pasien tersebut datang dengan jumlah leukosit 2400/μL, CD10+ (40%), dan imunofenotiping menunjukkan sel pre-B. Terapi yang diberikan adalah protokol risiko tinggi. Satu kasus yang sudah selesai pengobatan mempunyai jumlah leukosit awal 29.400/ μL, CD10+ (68%), dan imunofenotiping menunjukkan sel pre-B. Satu pasien masih dalam pengobatan. Keempat pasien mengalami komplikasi berupa perdarahan dan sepsis.
Kesimpulan. Luaran terapi pasien LLA di bawah 1 tahun cukup baik, apabila dilakukan pendekatan terapi serta perawatan suportif yang optimal. Sangat perlu dilakukan pemeriksaan imunofenotiping, sitogenetik ataupun molekular untuk membantu stratifikasi risiko awal sehingga pengobatan dapat lebih tepat.


Kata Kunci


leukemia limfoblastik akut; usia; pengobatan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Hilden JM, Dinndrorf PA, Meerbaum SO, Sather H, Villaluna D, Heerema NA, dkk. Analysis of prognostic factor of acute lymphoblastic leukemia in infants: report on CCG 1953 from the Childrens’s Oncology Group. Blood 2006;108:441-51.

Reaman GH, Sposto R, Sensel MG, Lange BJ, Feusner JH, Heerema NA, dkk. Treatment outcome and prognostic factor for infants with acute lymphoblastic leukemia treated on two consecutive of the Children’s Cancer Group. J Clin Oncol 1999;17:445-55.

Pui CH, Evans WE. Acute lymphoblastic leukemia in infants. J Clin Oncol 1999;17:438-40.

Felix CA, Lange BJ, Chessells JM. Pediatric acute lymphoblastic leukemia: challenges and controversies in 2000. Hematology 2000; 285-302.

Gurgey A, Yetgin S, CetinM, Gumruk F, Tuncer AM, Turclibek E, dkk. Acute lymphoblastic leukemia in infants. Turkish J Pediatr 2004; 46:115-9.

Raimondi SC. 11q23 rearrangements in childhood acute lymphoblastic leukemia. Atlas Genet Cytogenet Oncol Haematol 2004;16:31-7.

Dordelmann M, Reiter A, Borkhardt A, Ludwig WD, Gotz N, Viehmann S, dkk. Prednisone response is the strongest predictor of treatment outcome in infant acute lymphoblastic leukemia. Blood 1999; 94:1209-17.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp11.3.2009.219-22

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.