Kejang Demam dan Faktor yang Mempengaruhi Rekurensi

Attila Dewanti, Joanne Angelica Widjaja, Anna Tjandrajani, Amril A Burhany

Sari


Latar belakang.Kejang demam adalah penyakit yang sering dijumpai pada anak. Rekurensi kejang
demam sering terjadi pada anak dan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor ini
dapat membantu untuk meramalkan terjadinya rekurensi kejang demam pada pasien.
Tujuan.Mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi rekurensi kejang demam.
Metode.Desain penelitian kohort retrospektif. Data diambil dari rekam medis Rumah Sakit Anak dan
Bunda Harapan Kita pada tahun 2008-2010. Responden penelitian adalah anak dengan kejang demam
yang dirawat di rumah sakit.
Hasil.Terdapat 86 pasien dengan kejang demam, 41 (47,7%) pasien di antaranya mengalami kejang demam
berulang. Hasil penelitian mendapatkan rekurensi kejang demam terjadi 2,7 kali pada pasien yang menderita
kejang pertama kali pada usia kurang dari 12 bulan, 3,2 kali pada pasien yang mempunyai riwayat keluarga
dengan kejang demam, 4,4 kali pada pasien yang demam dengan suhu kurang dari 39
O
C, dan 1,4 kali pada
pasien dengan kejang demam kompleks.
Kesimpulan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rekurensi kejang demam, di antaranya adalah
suhu pasien ketika kejang, riwayat keluarga dengan kejang demam, usia pertama kali kejang, dan tipe
kejang pasien


Kata Kunci


kejang; rekurensi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Shinnar S. Febrile seizures. Swaiman KF, Ashwal S,

Ferriero D, penyunting. Pediatric Neurology: principles

& practice. Edisi ke 4. Philadelphia: Mosby Elsevier;

h.1078-86.

Leung AK, Robson WL. Febrile seizures. J Pediatr Health

Care 2007;21:250-5.

Johnson MV. Febrile seizure. Behrman RE, Kliegman

RM, Jenson H, penyunting. Nelson Textbook of

Pediatrics. Edisi ke 18. Philadelphia: Saunders; 2007.h.

-580.

Reza M, Eftekhaari TE, Farah M. Febrile seizures: Faktors

affecting risk of recurrence. J Pediatr Neurol 2008; 6

-4.

Waruiru C, Appleton R. Febrile seizures: an update. Arch

Dis Child 2004;89:751-6.

Bessisso MS, Elsaid MF, Almula NA, Kadomi NK,

Zeidan SH, Azzam SB, dkk. Recurrence risk after a first

febrile convulsion. Saudi Med J 2001;22:254-8.

Kjeldsen MJ, Corey LA, Solaas MH. Genetic factors

in seizures: a population based study of 47.626 US,

Norwegian and Danish twin pairs. Twin res hum genet

;8138-47.

Pal DK, Kugler SL, Mandelbaum DE, Durner

M. Phenotypic features of familial febrile seizures:

casecontrol study. Neurology 2003; 60:410-4.

Knudsen FU. Febrile seizures: treatment and prognosis.

Epilepsia 2000;41:2-9.

Parmar RC, Sahu DR. Bavdekar SB. Knowledge

attitude and practices of parents of children with febrile

convulsion. J postgrad Med 2001;47:19-23.

C.M. Verity, N.R. Butler and J. Golding, Febrile

convulsions in a national cohort followed up from birth.

II–Medical history and intellectual ability at 5 years of age. Diunduh dari: http://www.jstor.org/pss/29519078.

Diakses pada tanggal 3 Januari 2011.

Pavlidou E, Tzitiridou M, kontopoulos E, Panteliadis

CP. Which factors determine febrile seizure recurrence?

A prospective study. Brain dev 2008;30:7-13.

Chen Y, Beder RA, Baram TZ. Novel and transient

population of corticotrophin releasing hormone

expressing neurons in developing hippocampus suggest

unique functional roles: a quantitative spatiotemporal

analysis. J Neurosc;15:7171-81

Chung B, Wat LC, Wong V. Febrile seizures in southern

Chinese children: incidence and recurrence. Pediatr

Neurol 2006;34:121-6.

Martin-Fernandez JJ, Molto-Jorda JM, Villaverde R,

Salmeron P, Prieto-Munoz I, Fernández-Barreiro A.

Risk factors in recurrent febrile seizures. Rev Neurol

;24:1520-4.

Talebian A, Mohammadi M. Febrile seizure: recurrence

and risk factors. Iran J Child Neurol 2006;1:43-8.

Siddiqui TS. Febrile convulsions in children:

relationship of family history to type of convulsions

and age at presentation. J Ayub Med Coll Abbottabad

;14:26-8.

Durá-Travé T, Yoldi-Petri ME. A long-term followup

of 234 children with febrile seizures. Rev Neurol

;39:1104-8.

Jones T, Jacobsen SJ. Childhood febrile seizures: overview

and implications. Int J Med Sci 2007;4:110-14.

Karande S. Febrile seizures: A review for family

physicians. Indian J Med Sci 2007;61:161-72.

Singh R, Sceffer IE, Crossland K, Bercovic SF.

Generalized epilepsy with febrile seizure plus: A common

childhood-onset genetic epilepsy syndrome. Ann Neurol

;45:75-81.

Menkes JH, Sankar R. Paroxysmal Disorders. Dalam:.

Menkes JH, Sarnat BH, penyunting. Child neurology.

Edisi ke-6. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins

JR; 2000.h.987-91.

Fetveit A. Assessment of febrile seizures in children. Eur

J Pediatr 2008;167:17-27.

Armon K, Stephenson T, MacFaul R, Hemingway P,

Werneke U, Smith S. An evidence and consensus based

guideline for the management of a child after a seizure.

Emerg Med J 2003;20:13-20.

Tanjung C, Mangunatmadja I, Sastroasmoro S, Budiman

I. Predictors for the recurrent febrile seizures after the

first complex febrile seizures. Paediatr Indones 2006;46:

-8.

El-Radhi AS, Barry W. Do antipyretics prevent febrile

convulsion? Arch Dis Child 2003;88:641-2.

Habib Z, Akram S, Ibrahim S, Hasan B. febrile seizure:

factors affecting risk of recurrence in Pakistani children

presenting at the Aga Khan University hospital. J Pak

Med Assoc 2003;53:11-7.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp14.1.2012.57-61

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.