Usia Gestasi Sebagai Prediktor Keberhasilan Terapi Antibiotik Empiris pada Infeksi Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta

Yanuar Ariefudin, Husnia Auliyatul Umma, Fadhilah Tia Nur, Harsono Salimo

Sari


Latar belakang. Infeksi merupakan penyebab utama kematian ketiga pada bayi baru lahir setelah komplikasi prematuritas dan asfiksia. Pemberian antibiotik empiris yang sama, baik pada neonatal aterm maupun neonatal preterm, dan penggunaan antibiotik empiris yang tetap dalam 10 tahun terakhir, maka dilakukan penelitian prospektif untuk menganalisis usia gestasi sebagai prediktor keberhasilan terapi antibiotik empiris pada infeksi neonatorum.
Tujuan. Menganalisis usia gestasi sebagai prediktor keberhasilan terapi antibiotik empiris pada infeksi neonatorum.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif dengan pendekatan uji prognostik. Penelitian dilakukan di High Care Unit (HCU) Neonatus RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan April - Desember 2021. Nama pasien, usia gestasi, jenis kelamin, metode persalinan, berat badan lahir, asupan ASI, hasil kultur darah, jenis antibiotik dan terapi suportif dicatat. Uji chi square dilanjutkan dengan uji multivariat regresi logistik digunakan untuk menganalisis data.
Hasil. Dari 146 neonatal infeksi, didapatkan 75 neonatal aterm dan 71 neonatal preterm. Kedua kelompok mendapatkan terapi antibiotik empiris. Analisis multivariat regresi logistik menunjukkan hasil usia gestasi dengan nilai p=0,001, terapi suportif dengan nilai p=0,090 dan kewaspadaan isolasi dengan nilai p=0,010. Usia gestasi aterm didapatkan hasil paling signifikan dengan nilai p=0,001 dan odds rasio 0,289 (IK 95%, 0,137 – 0,612).
Kesimpulan. Usia gestasi merupakan prediktor keberhasilan terapi antibiotik empiris pada infeksi neonatorum.


Kata Kunci


infeksi neonatorum; usia gestasi; antibiotik empiris

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


WHO and Maternal and Child Epidemiology Estimation Group (MCEE). Estimates for child causes of death 2000- 2016. Geneva: Word Health Organization; 2018.

Fuchs A, Bielicki J, Mathur S, Sharland M, Anker JNVD. Antibiotic Use for Sepsis in Neonates and Children: 2016 Evidence Update. Jenewa: WHO; 2016.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2013. Kementerian Kesehatan 2013.

Liang LD, Kotadia N, English L, Kissoon N, Ansermino JM, Kabakyenga J.dkk. Predictors of Mortality in Neonates and Infants Hospitalized With Sepsis or Serious Infections in Developing Countries: A Systematic Review. Front Pediatr 2018;6:277.

Polin RA, Denson S, Brady MT, Strategies for Prevention of Health Care–Associated Infections in the NICU. Pediatrics 2012;129:e1085-93.

Yuniati T, Aminullah A. Sepsis pada bayi baru lahir. Dalam: Wandita S, Sarosa GI, Wibowo T, Alasiry E, Hidayah D, Anggraini A, penyunting. Buku Ajar Neonatologi Anak. Edisi Kedua. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2021, h.160-79.

Bard JD, Te Kippe EM. Diagnosis of Bloodstream Infections in Children. J Clin Microbiol 2016;54:1418-24.

Morriss FH Jr, Lindower JB, Bartlett HL, Atkins DL, Kim JO, Klein JM. Neonatal enterovirus infection: Case series of clinical sepsis and positive cerebrospinal fluid polymerase chain reaction test with myocarditis and cerebral white matter injury complications. AJP Rep 2016;6:344-51.

Klingenberg C, Kornelisse RF, Buonocore G, Maier RF, Stocker M. Culture-negative early-onset neonatal sepsis - at the crossroad between efficient sepsis care and antimicrobial stewardship. Front Pediatr 2018;6:285.

Chirico G, Barbieri F, Chirico C. Antibiotics for the newborn. J Matern Fetal Neonatal Med 2009;22 Suppl 3:46-9.

Puopolo KM, Benitz WE, Zaoutis TE. Management of neonates born at ?34 6/7 weeks’ gestation with suspected or proven early-onset bacterial sepsis. Pediatrics 2018;142:e20182896.

RSCM. Bacterial and Antibiotics Susceptibility Profile at Ciptomangunkusumo General Hospital January - June 2017. Jakarta: RSCM; 2017.

Wang L, Du KN, Zhao YL, Yu YJ, Sun L, Jiang HB. Risk factors of nosocomial infection for infants in neonatal intensive care units: A systematic review and meta-analysis. Med Sci Monit 2019;25:8213-20.

Kuppala VS, Meinzen-Derr J, Morrow AL, Schibler KR. Prolonged initial empirical antibiotic treatment is associated with adverse outcomes in premature infants. Pediatr 2011;159:720-5.

Cantey JB, Pyle AK, Wozniak PS, Hynan LS, Sánchez PJ. Early antibiotic exposure and adverse outcomes in preterm, very low birth weight infants. J Pediatr 2018;203:62-7.

Campion M, Scully G. Antibiotic use in the intensive care unit: optimization and de-escalation. J Intensive Care Med 2018;33:647-55.

Kadim M, Roeslani RD, Nurmalia LD, penyunting. Konsensus asuhan nutrisi pada bayi prematur. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2016.

Cotten CM, Taylor S, Stoll B, dkk. Prolonged duration of initial empirical antibiotic treatment is associated with increased rates of necrotizing enterocolitis and death for extremely low birth weight infants. Pediatrics 2009;123:58-66.

Landre-Peigne C, Ka AS, Peigne V, Bougere J, Seye MN, Imbert P. Efficacy of an infection control programme in reducingnosocomial bloodstream infections in a Senegalese neonatalunit. J Hosp Infect 2011;79:161-5.

Flidel-Rimon O, Friedman S, Gradstein S, Bardenstein R, Shinwell ES. Reduction in multiresistant nosocomialinfections in neonates following substitution of ceftazidimewith piperacillin/tazobactam in empiric antibiotic therapy. Acta Pædiatr 2003;92:1205-7.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp24.3.2022.189-95

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.