Korelasi Positif Kegiatan Ekstrakurikuler dengan Tingkat Stres pada Anak Sekolah Dasar

Putu Anindia Sekarningrum, IGA Trisna Windiani, IGAN Sugitha Adnyana

Sari


Latar belakang. Kompetisi antar orangtua merupakan salah satu penyebab munculnya sindrom hurried child, yaitu fenomena percepatan perkembangan anak. Anak diberi berbagai kegiatan ekstrakurikuler setiap minggu yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak. Hubungan orangtua dan anak yang tidak sehat cenderung membuat anak merasa tertekan ketika menjalankan kegiatan akademik mereka. Kesenjangan antara tuntutan dari orangtua dan kemampuan diri anak akan menimbulkan kondisi stres di bidang akademik pada anak.
Tujuan. Mencari besar korelasi antara kegiatan ekstrakurikuler dengan tingkat stres pada anak sekolah dasar.
Metode. Digunakan rancangan penelitianobservasional analitik dengan desain potong lintang. Penentuan lokasi dan subjek penelitian digunakan metode purposive sehingga terpilih Sekolah Dasar Swasta C Denpasar.
Hasil. Berdasarkan analisis korelasi dengan uji korelasi Pearson, didapatkan kegiatan ekstrakurikuler memiliki korelasi positif lemah dengan tingkat stres (r=0,309). Semakin lama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di bidang pelajaran sekolah dalam seminggu maka semakin tinggi skor stres (r=0,403) dan semakin lama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni dalam seminggu maka semakin tinggi skor stres (r=0,166).
Kesimpulan. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki korelasi positif dengan tingkat stres pada anak sekolah dasar.

 


Kata Kunci


kegiatan ekstrakurikuler; stres; anak

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Elkind D. The hurried child growing up too fast too soon. Diunduh pada 14 Oktober 2015. Didapat dari: http://powell.rivendellschool.net.

Oktamiati H, Putri YSE. Tingkat stres akademik anak usia sekolah terhadap sistem full day school di sekolah dasar Kabupaten Bogor. Diunduh pada 14 Oktober 2015. Didapat dari: http://lib.ui.ac.id.

National Association of School Psychologists. Stress in children and adolescents: tips for parent. Diunduh pada 14 Oktober 2015. Didapat dari: http://nasponline.org.

Haggerty RJ, Sherrod LR, Garmezy N, Rutter M. Stress, risk and resilience in children and adolescents; processes, mechanisms, and interventions. J Child Psychol Psychial 1996;37:237-9.

Stipek D, Feiler R, Daniels D, Milbum S. Effects of different instructional approaches on young children’s achievement and motivation. Child Dev 1995;66:209-23.

Pranadji DK, Nurlaela. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres pada anak usia sekolah dasar yang sibuk dan tidak sibuk. Jur Ilm Kel dan Kons 2009;2:57-63.

Antony M, Bieling P, Cox B, Enns M, Swinson R. Psychometric properties of the 42-item and 21-item versions of the Depression Anxiety Stress Scales in clinical groups and a community sample. Psychol Assess 1998;10:176-81.

Ben-Zur H, Zeidner M. Appraisals, coping and affective and behavioral reactions to academic stressors. Psychology 2012;3:713-21.

Anam S. Kegiatan ekstrakurikuler, pengertian, tujuan, dan fungsinya. Diunduh pada 20 Agustus 2016. Didapat dari: http://anam.kegiatan.ekstrakurikuler.html.

Brown SL, Nobiling BD, Teufel J, Birch DA. Are kids too busy?: early adolescents’ perceptions of discretionary activities, overscheduling, and stress. J Sch Health 2011;81:574-80.

Sudiana D. Kondisi stres siswa sekolah menengah kejuruan dan faktor-faktor penyebabnya. Diunduh pada 20 Agustus 2016. Didapat dari: http://repository.upi.edu/skripsiview.

Fredricks JA, Eccles JS. Breadth of extracurricular participation and adolescent adjustment among African-American and European-American youth. J Res Adolesc 2010;20:307-33.

Metsapelto RL, Pulkkinen L. Socioemotional Behavior and School Achievement in Relation to Extracurricular Activity Participation in Middle Childhood. Scan J Educ Res 2012;56:167-82.

Fredricks JA. Extracurricular participation and academic outcomes: testing the over-scheduling hypothesis. J Youth Adolesc 2012;41:295-306.

Corballis MC. Left brain, right brain: facts and fantasies. PLoS Biol 2014;12:1-6.

Brown ED. Tapping the arts to teach r’s: arts-integrated early childhood. Dalam: Lynn EC, Sandra W, penyunting. Advances in early education and day care. United Kingdom: Emerald Group Publishing; 2013.h.135-51.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp19.3.2017.145-9

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.