Terapi Profilaksis versus On-Demand pada Pasien Hemofilia Berat dengan Hemartrosis

Ayi Dilla Septarini, Endang Windiastuti

Sari


Hemartrosis merupakan komplikasi perdarahan sendi yang paling sering terjadi pada pasien dengan hemofilia
A, bila penanganan tidak adekuat maka kelainan sendi akan menjadi kronik dan menetap bahkan memburuk.
Dilaporkan seorang anak lali-laki 14 tahun dengan diagnosis Hemofilia A sejak berusia 4 bulan. Keluhan
nyeri dan bengkak sendi lutut dirasakan sejak tujuh tahun yang lalu. Pengobatan dengan pemberian faktor
VIII konsentrat diberikan sesuai dengan kebutuhan, bila ada perdarahan (on-demand). Pada evaluasi foto
radiologis menunjukkan gambaran artropati kronis lutut kanan. Artropati kronis seyogyanya dapat dicegah
bila pemberian faktor VIII konsentrat secara rutin sebagai pencegahan hematrosis. Namun terdapat kesulitan
karena keterbatasan penyediaan obat di Indonesia


Kata Kunci


hemofilia; hemartrosis; terapi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


World Federation of Hemophilia. Guidelines for the

management of hemophilia. Montreal: World Federation

of Hemophilia, 2005.

Bell B, Canty D, Audet M. Hemophilia: An updated

review. Pediatr Rev 1995;16:290-8.

Stobart K, Iorio A, Wu JK. Clotting factor concentrates

given to prevent bleeding and bleeding related

complications in people with hemophilia A or B.

Cochrane Database of Syst Rev. 2006;2:CD003429.

Manco-Johnson MJ, Abshire TC, Shapiro AD, Riske

B, Hacker MR, Kilcoyne R, dkk. Prophylaxis versus

episodic treatment to prevent joint disease in boys with

severe hemophilia. N Engl J Med 2007;6:535-44.

Oxford Centre of Evidence-based Medicine. Oxford

Centre for Evidence-based Medicine Levels of Evidence

(March 2009). Diunduh dari: http://www.cebm.net/index.

asox?o=1025. Diakses tanggal 9 Juni 2009.

Nillson IM, Berntorp E, Löfqvist T, Pettersson H.

Twenty-five years experience of prophylactic treatment in

severe haemophilia A and B. J Intern Med 1992;232:25-

Ljung R. Prevention of bleeding in haemophilia: Trends,

overcoming barriers and future treatment options.

Haemophilia 2007;13 (Suppl 2):1-3.

Royal S, Schramm W, Berntorp E, Giangrande P,

Gringeri A, Ludlam C, dkk. Quality-of-life differences

between prophylactic and on-demand factor replacement

therapy in European haemophilia patients. Haemophilia

;8:44–50.

Kreuz W, Escuriola-Ettingshausen C, Funk M, Schmidt H, Kornhuber B. When should prophylactic treatment

in patients with haemophilia A and B start? The German

experience. Haemophilia 1998;4:413-7.

Van den Berg HM, Fischer K, Mauser-Bunschoten

EP, Beek FJA, Roosendaal G, van der Bom JG. Longterm

outcome of individualized prophylactic treatment

of children with severe haemophilia. Br J Haematol

;112:561-5.

Fischer K, Grobbee DE, van den Berg HM. RCTs

and observational studies to determine the effect

of prophylaxis in severe haemophilia. Haemophilia

;13:245-50.

Manucci PM. Need for randomized trials in haemophilia.

J Thromb Haemost 2006;4:501-2.

Gringeri A. Prospective controlled study on prophylaxis:

An Italian approach. Haemophilia 2003;9(Suppl 1):38-

Indonesian Hemophilia Society. The golden standard

theraphy for hemophilia A (Factor VIII). Diunduh dari

http://www.hemofilia.or.id/koate.php. Diakses tanggal 11 Juni

Srivastava A, You SK, Ayob Y, Chuansumrit A, de Bosch

N, Bianco RP, dkk. Hemophilia treatment in developing

countries: Products and protocols. Semin Thromb

Hemost 2005;31:495-500.

Gilham A. Guideline for the Treatment of Haemophilia

in South Africa. SAMJ 2007;97:1296-311.

Petrini P. What factors should influence the dosage and

interval of prophylactic treatment in patients with severe

hemophilia A and B? Haemophilia 2001;7:99-102.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp11.5.2010.311-6

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.