Hubungan Status Gizi dan Perkembangan Anak Usia 1 - 2 Tahun

Gladys Gunawan, Eddy Fadlyana, Kusnandi Rusmil

Sari


Latar belakang.Pada umumnya usia 1-2 tahun pertama kehidupan akan menentukan kualitas hidup anak
di kemudian hari.
Tujuan. Mengetahui gambaran perkembangan anak usia 1-2 tahun dan status gizi.
Metode.Penelitian dilakukan di tiga Puskesmas Garuda, Ibrahim Aji, dan Puter yang terdiri dari 24 Posyandu
di Kabupaten Bandung. Penelitian dilakukan dilakukan secara cross sectionaldengan subjek anak usia 1-2
tahun yang sehat dan kooperatif pada saat pemeriksaan, serta orang tua menyetujui ikut dalam penelitian. Tes
perkembangan dilakukan oleh satu dokter anak dan dua dokter (residen) dengan menggunakan KPSP (Kuesioner
Pra Skrening Perkembangan). Empat aspek perkembangan yang dinilai yaitu motorik kasar, motorik halus,
bicara dan bahasa, sosial dan kemandirian. Penelitian dilakukan dari tanggal 15 November 2010 sampai 30
November 2010.
Hasil.Jumlah subjek 321 anak usia 1–2 tahun dan yang memenuhi kriteria inklusi 308 anak, terdiri dari
164 laki-laki (53,2%) dan 144 perempuan (46,8%). Anak yang mengalami perkembangan normal 278 anak
(90,22%) dan meragukan 30 anak (9,78%). Sedangkan status gizi dinilai berdasarkan BB/PB, hasil normal
277 anak (89,9%) dan kurus 31 anak (10,10%). Dari 31 anak dengan status gizi kurang, di antara 2 anak
di antaranya mengalami perkembangan meragukan dan dari 28 anak dengan perkembangan meragukan
mempunyai status gizi normal.
Kesimpulan.Tidak terdapat hubungan antara gangguan perkembangan dengan status gizi (p=0,394) begitu juga
dengan status gizi dengan kondisi ekonomi (p=2,500) dan perkembangan dengan status ekonomi (p=0,336).
Dari perkembangan dengan nilai meragukan adalah motorik kasar (6,17%), motorik halus (0,65%), bicara dan
bahasa (4,54%), serta sosialisasi dan kemandirian (2,92%). Faktor-faktor yang berhubungkan dengan status
perkembangan adalah umur anak (p=0,009). Perlu upaya untuk mengevaluasi perkembangan yang meragukan
dan perlu penelitian lanjut dengan pembanding.


Kata Kunci


status gizi; perkembangan anak

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)

Nasional 2007.

Michael K, Georgieff MD. The role of iron

neurodevelopment : fetal iron deficiency and the

developing hippocampus. Biochem Soc Trans

;36:1267-71.

Risma A. Hubungan antara status pekerjaan ibu dengan

status gizi dan perkembangan anak usia 1-3 tahun di

Kecamatan Kadia Kota Kendari (Tesis). Semarang:

Universitas Diponegoro.

Wiekke O. Hubungan status gizi terhadap status

perkembangan motorik anak usia 0-3 tahun (BATITA)

di Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan (Skripsi).

Malang: Universitas Muhammadiyah, 2007.

Profil Kesehatan Propinsi per Kabupaten Bandung

Barat, Kota Bogor. Kota Sukabumi, kota Bandung, kota

Cirebon .Diunduh dari: www.bankdata.depkes.go.id/

propinsi/,pada 24 November 2010.

Fadlyana E, Alisjahbana A, Nelwan I, Noor M, Selly,

Sofiatin Y. Pola keterlambatan perkembangan Balita di

daerah Pedesaan dan Perkotaan Bandung, serta faktorfaktor yang mempengaruhinya. Sari Pediatri 2003;4:168-75.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Tim

peneliti Direktorat Bina Kesehatan Keluarga dan

Direktorat Kesehatan Jiwa. Laporan akhir penelitian

pengembangan paker pemantauan perkembangan anak.

Jakarta, 1990.

Proboningsih, Jujuk. Perbedaan perkembangan motorik

kasar, motorik halus, bahasa dan keperibadian pada anak

usia 12-18 bulan antara status gizi kurang dan status

gizi normal: studi di wilayah kerja Puskesmas Porong

Sidoarjo. Didapat dari:library@lib.unair.ac.id;libunair@

indo.net.id. pada 24 November 2010.

Soetjiningsih. Penilaian pertumbuhan fisik anak. Dalam:

IGN Gde Ranuh, penyunting.Tumbuh Kembang Anak.

Jakarta: UKK Tumbuh Kembang IDAI;1995.h. 37-54.

WHO Multicentre Growth Reference Study Group.

WHO child growth standards based on length/height,

weight dan age. Acta Paediatr 2006;450:76-85.

Liu J, Raine A, Venables PH, Dalais C, Mednick.

Malnutrition at age 3 years and lower cognitive ability at

age 11 years. Independence from psychoosocial adversity.

Diunduh dari www.archpediatrics.compada 24 November

Souza CT, Denise C, Santos C, Rute ET, Baltieri L,

Gibim NC, Habechian FAP. Assessment of global

motor performance and gross and fine motor skill of

infants attending day care centers. Rev Bras Fisioter

;14:309-15.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp13.2.2011.142-6

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.