Studi Kasus: Manifestasi Klinis Beberapa Penyakit dengan Konfirmasi Diagnostik Lupus Erimatosus Sistemik (Pengamatan Laporan awakl serial kasus)
Sari
Latar belakang. Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun yang menyerang berbagai
sistem organ. Tampilan klinis tidak spesifik, tergantung dari sistem organ yang terlibat, dapat menyerupai
berbagai macam penyakit sehingga dapat menyebabkan missed diagnosis.
Tujuan. Mencari hubungan karakteristik klinis beberapa penyakit saat awal perawatan dengan diagnosis
akhir LES.
Metode. Dilakukan penelitian dengan desain belah lintang. Subyek adalah anak dengan manifestasi klinis
dicurigai sebagai LES yang dirawat di bangsal Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang, bulan Januari 2010 hingga
Desember 2010. Diagnosis pasti LES ditegakkan berdasarkan kriteria American College of Rheumatology
(ACR) yang direvisi, memenuhi 4 dari 11 kriteria. Dilakukan pencatatan karakteristik klinis awal perawatan
di rumah sakit dan pemeriksaan penunjang. Uji statistik berupa distribusi frekuensi dan persentase, pada
laporan awal; selanjutnya dengan chi squaredan logistik regresi.
Hasil. Sebagai laporan awal (preliminary report), tujuh pasien semuanya perempuan dengan rerata umur 11,57
tahun (rentang 8-13 tahun). Diagnosis awal perawatan, anemi dengan splenomegali 2 (28,6%), dan nefritis 5
(71,4%). Subjek semua pasien dengan anemi 3 (42,8%) dengan trombositopeni. Keterlibatan ginjal ditandai
dengan edema pada 4 (57,2%), proteinuria pada 3 (42,8%), hipoalbuminemi pada 7 (100%), dan hipertensi
pada 4 (57,2%) subjek. Penghitungan laju filtrasi glomerulus didapatkan 2 (28,6%) disfungsi ginjal awal, dan
1 (14,2%) insufisiensi ginjal kronik. Keterlibatan jantung didapatkan efusi perikardial pada 3 (42,8%). Subjek
Malar rashdan artritis serta gejala konstitusional demam berkepanjangan pada semua pasien.
Kesimpulan. Pada laporan awal, keterlibatan ginjal merupakan manifestasi klinis terbanyak kasus LES,
disertai anemi, malar rash,artritis, dan gejala konstitusional umum demam berkepanjangan.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Pons-Estel GJ.Understanding the Epidemiology and
Progression of Systemic Lupus Erythematosus.Semin
Arthritis Rheum 2010;39:257-68.
Lehman TJA. A practical guide to systemic lupus
erythematosus. Pediatr Clin North Am 1995;42:1223-37.
McGowan JR, Ellis S, Griffiths M, Isenberg DA.
Retrospective analysis of outcome in a cohort of patients
with lupus nephritis treated between 1977 and 1999.
Rheumatology, 2002;41:981-7.
Giannouli S, Voulgarelis M, Ziakas PD, Tziourfas
AG. Anaemia in systemic lupus erythematosus : from
pathophysiology to clinical assessment. Ann Rheum Dis
;65:144-8.
Kumar S, Benseler SM, Kirby-Allen M, Silverman ED.
B-Cell Depletion for Autoimmune Thrombocytopenia
and Autoimmune Hemolytic Anemia in Pediatric Systemic Lupus Erythematosus. Pediatrics 2009;123:e159-e63.
Akib AAP, Soepriadi M, Setiabudiawan B. Lupus
Eritematosus Sistemik. Dalam: Akib AA, Munasir
Z, Kurniati N, penyunting. Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi ke-2. Jakarta: Balai Penerbit
IDAI,2007.h.362-3.
Chapel H, Haeney M, Misbah S, Snowden N. Essentials
of Clinical Immunology. Blackwell Publishing; 2006.h.
-95.
Gharibdoost F, Akbarian S, Akbarian M, Shahram
F, Nadji A, Jamshidi AR, Davatchi F. Evaluation of
The Mortality in Systemic Lupus Erythematosus
(SLE): Analysis of 2021 Patients. Acta Medica Iranica
;41:62-5.
Hollister JR. Rheumatic Diseases of Childhood :
Therapeutic Principles. Dalam : Leung DYM, Sampson
HA, Geha RS, Szefler SJ, penyunting. Pediatric Allergy:
Principles and Practice. Philadelphia: Mosby Inc;
h.149-52.
DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp13.2.2011.85-8
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##
Email: editorial [at] saripediatri.org
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.