Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Status Gizi, dan Kejadian Diare dengan Perkembangan Motorik pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Dahliansyah Dahliansyah, Diffah Hanim, Harsono Salimo

Sari


Latar belakang. Pemberian ASI tidak eksklusif dapat menyebabkan risiko kesehatan pada bayi, yaitu penyimpangan perkembangan motorik, serta kejadian diare. Gerakan 1000 HPK, ditujukan untuk mencegah malnutrisi dari awal kehamilan sampai anak usia 2 tahun.
Tujuan. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemberian ASI ekslusif, status gizi, dan kejadian diare dengan perkembangan motorik pada 1000 HPK.
Metode. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki anak baduta (>6-24) bulan. Variabel dependen adalah perkembangan motorik, sedangkan independen adalah ASI eksklusif, status gizi, dan kejadian diare. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah subjek 138 baduta, usia >6-24 bulan dipilih secara porposive sampling. Data ASI eksklusif didapat dari buku KIA/KMS, status gizi dengan pengukuran antropometri, kejadian diare didapat berdasarkan wawancara langsung, dan data perkembangan motorik dengan kuesioner KPSP, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi square dan Regresi Logistik.
Hasil. Terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif selama periode 1000 HPK dengan perkembangan motorik baduta (>6-24) bulan (OR=0,45;IK95%=0,21-0,99;p=0.046). Tidak terdapat hubungan antara status gizi selama periode 1000 HPK dengan perkembangan motorik baduta (>6-24) bulan. Tidak terdapat hubungan antara kejadian diare selama periode 1000 HPK dengan perkembangan motorik baduta(>6-24) bulan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa baduta (>6-24) bulan yang tidak diberi ASI eksklusif selama periode 1000 HPK, berisiko 0,45 kali mengalami gangguan perkembangan motorik.
Kesimpulan. Pemberian ASI eksklusif kepada baduta (>6-24) bulan selama periode 1000 HPK, memengaruhi perkembangan motorik.


Kata Kunci


ASI eksklusif; status gizi; diare; perkembangan motorik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Cai X, Wardlaw T Brown DW, Global trends in exclusive breastfeeding Int Breastfeeding J 2012;7:12.

Victora CG, Bahl R., Barros AJD, dkk. For The Lancet Breastfeeding Series Group, Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect, Lancet 2016;387:475-90.

Gandy JW, Madden A, Holdsworth. Gizi dan dietetik. Jakarta: EGC, 2012.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pekan ASI Sedunia. Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta, 2016.

Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2013.

Dinkes Propinsi Kalimantan Barat. Profil Dinas Kesehatan Kalimantan Barat tahun 2016.

Dinkes Kota Pontianak. Profil Dinas Kesehatan Kota Pontianak tahun 2016.

Aritonang I. Menilai kadar: pengetahuan, sikap, dan praktik gizi seimbang untuk sehat optimal. Yogyakarta: Leutiakbook dengan CEBlos; 2013.

Triyani S, Meilan N, Purbowati N. Hubungan antara lama pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan anak usia 12-36 bulan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan 2014;1:113-9.

Lassi ZS, Das JK, Zahid G, Imdad A, Bhutta ZA. Impact of education and provision of complementary feeding on growth and morbidity in children less than 2 years of age in developing countries: a systematic review, BMC Public Health 2013;13:S13.doi:10.1186/1471-2458-13-S3-S13.

Kemenkes Republik Indonesia. Pokok- pokok peraturan pemerintah no. 33 tahun 2012 tentang pemberian air susu ibu eksklusif. Jakarta:Kemenkes; 2012.

Nur A, Marissa, N. Riwayat pemberian air susu ibu dengan penyakit infeksi pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 2014; 9:144-9.

Engebretsen IMS, Jackson D, Fadnes LT, Growth effects of exclusive breastfeeding promotion by peer counsellor in sub-Saharan Africa: the cluster-randomised PROMISE EBF trial. BMC Pub Health 2014;14:633.https:/doi.org/10.1186/1471-2458-14-633.

Keusch GT, Rosenberg IH, Denno DM, dkk. Implications of acquired environmental enteric dysfunction for growth and stunting in infants and children living in low- and middleincome countries. Review: Food Nutr Bull 2013;34:357-64.

Kemkokesra Republik Indonesia. Kerangka kebijakan gerakan nasional percepatan perbaikan gizi dalam rangka seribu hari pertama kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Indonesia tahun 2013. Jakarta: Kemkokesra RI; 2013.

Achadi EL. Periode kritis 1000 hari pertama kehidupan dan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan fungsinya. Kursus penyengar ilmu gizi PERSAGI. Yogyakarta: lecture given 2014 November 25.Departemen Gizi Kesmas: FKM UI.

USAID. Multi-sectoral nutrition strategy 2014–2025, technical

guidance brief, the 1.000-day window of Opportunity.USAID: 2015.

Ali SS, Dhaded, Goudar S. The impact of nutrition on child

development at 3 years in a rural community of India. Int J Prev Med 2014;5:494-9.

Sugeng T, Nessi M, Niken P. Hubungan antara lama pemberian

ASI eksklusif dengan perkembangan anak usia 12 - 36 bulan.

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan 2014;1:113-9.

Alberto UT, Patrizia B, Tarantino V, dkk. Effect of duration of breastfeeding on neuropsychological development at 10 to 12 years of age in a cohort of healthy children, Develop Med & Child Neurol 2012;54:843-8.

Proverawati A, Asfuah S. Buku ajar gizi untuk kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2009.

Lanigan JA, Bishop J, Kimber AC, Morgan J. Systematic review: concerning the age of introduction of complementary foods to the healthy full-term infant. Eur J Clin Nutr 2001;55:309-20.

Tasnim S. Effect of breast feeding on child development: At birth and beyond. Review: South East Asia J Pub Health 2014;4:4-8.

Karina. ASI sebagai pilihan untuk perbaiki perkembangan motorik bayi. Majority 2015;4:7.

Novita L, Gurnida LD, Garna H. Perbandingan fungsi kognitif bayi usia 6 bulan yang mendapat dan yang tidak mendapat ASI eksklusif. Sari Pediatri 2008; 9:6:429-34.

Kusuma IR, Salimo H, Sulaeman ES. Analisis pengaruh berat badan lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, stimulasi dan status gizi terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 6-24 bulan di Kabupaten Banyumas, Prosiding Seminar Nasional Kebidanan 2017;1:321-7.

Gunawan G, Fadlyana E, Rusmil K. Hubungan status gizi dan perkembangan anak usia 1–2 tahun. Sari Pediatri 2011;13:142-6.

Sudfeld CR, McCoy DC, Danaei G, Fink G, Ezzati M, Andrews KG, dkk. linear growth and child development in low- and middle-income countries: a meta-analysis. Pediatrics 2015;135:e1266-75.

Benton D. The influence of dietary status on the cognitive performance of children. Mol Nutr Food Res 2010;54: 457-70.

Gibson RS, Abebe Y, Hambidge KM, Arbide I, Teshome A, Stoecker BJ. Inadequate feeding practices and impaired growth among children from subsistence farming households in Sidama, Southern Ethiopia. Matern Child Nutr 2010;5:260-75.

Rosidi A, Syamsianah A. Optimalisasi perkembangan motorik kasar dan ukuran antropometri anak balita di Posyandu “Balitaku Sayang” Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Diakses pada 24 Juli 2017. Diunduh dari: http//jurnal.unimus.ac.id.

Sundari E, Nuryanto N. Hubungan asupan protein, seng, zat

besi, dan riwayat penyakit infeksi dengan z-score TB/U pada balita. J Nutr Coll 2016; 5:521-9.

Suryaputri LY, Rosha BC, Anggraeni D. Determinan kemampuan motorik anak berusia 2-5 tahun: studi kasus di Kelurahan Kebon Kalapa Bogor. Penel Gizi Makan 2014;37:43-50.

Susan PW, Susan MC, Amika W, Clive O, Sally MGM. Early childhood stunting is associated with lower developmental levels in the subsequent generation of children. J Nutr 2015;145: 823-828.

Kvestad I, Taneja S, Hysing M, Kumar T, Bhandari N, Strand TA. Diarrhea, Stimulation and growth predict neurodevelopment in young North Indian children. Plos One 2015;10:1-13.

Isda M, Rinanda T, Suhanda R. Pengaruh diare terhadap malnutrisi pada balita di Puskesmas Batoh Banda Aceh tahun 2015, Sari Pediatri 2015;18:50-4.

Pati GP, Ninung RDK, Hartantyo I, Soemantri AG. Peran ibu terhadap durasi diare akut anak umur 6-24 bulan selama perawatan. Sari Pediatri 2013;15:56-60.

Andriani M, Wirjatmadi B, Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Edisi ke 2, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group; 2014.

Rahmadhani EP, Lubis G, Edison. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadian diare akut pada bayi usia 0-1 tahun di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas 2013 2:62-6.

Susetyowati. Gizi bayi dan balita, dalam ilmu gizi teori dan aplikasi. Jakarta: EGC:2016.

Sonko A, Worku A. Prevalence and predictors of exclusive breastfeeding for the first six months of life among women in Halaba special woreda, Southern Nations, Nationalities and Peoples’ Region/SNNPR/, Ethiopia: a community based cross-sectional study. Arch Pub Health 2015;73:53.

Yogi ED. Pengaruh pola pemberian asi dan pola makanan pendamping ASI terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan. Jurnal Delima Harapan 2014;2:14-8.

Tambe A, Nzefa L, Nicoline N. Childhood diarrhea determinants in Sub-Saharan Africa: a cross sectional study of Tiko-Cameroon. Challenges 2015;6:229-43.

Rah JH, Cronin AA, Badgaiyan B, Aguayo VM, Coates S, Ahmed S. Household sanitation and personal hygiene practices are associated with child stunting in rural India: a cross-sectional analysis of surveys. BMJ Open 2015;5:1-10.

Gorham TJ, Yoo J, Garabed R, Mouhaman A, Lee J. Water access, sanitation, and hygiene conditions and health outcomes among two settlement types in rural far North Cameroon. Res Pub Health 2017;14:441:1-12.

Hirai M, Graham JP, Mattson KD, Kelsey A, Mukherji S, Cronin AA. Exploring determinants of handwashing with soap in Indonesia: a quantitative analysis. Res Pub Health 2016;13:868:1-15.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp20.2.2018.70-8

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.