Perbedaan Kadar Lisozim dalam Air Susu Ibu (ASI) pada Bayi Sehat dan Bayi Sakit yang Mendapat ASI Eksklusif

Irwandi Irwandi, Gustina Lubis, Nur Indrawati Lipoeto

Sari


Latar belakang. Air susu ibu (ASI) sangat diperlukan selama masa pertumbuhan dan perkembangan bayi untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung anti mikroba seperti lisozim. Air Susu Ibu mengandung 300 kali lebih banyak lisozim dibandingkan susu sapi. Lisozim berperan sebagai sistem imunitas alami yang dapat melindungi bayi dari berbagai macam infeksi.
Tujuan. Mengetahui perbedaan kadar lisozim dalam ASI pada bayi sehat dan bayi sakit yang mendapat ASI eksklusif.
Metode. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang komparatif, dilakukan pada September-November 2016 di beberapa Puskesmas di kota Padang dan RSUP Dr M Djamil Padang.
Hasil. Lisozim lebih tinggi dalam ASI di kelompok bayi sakit dibandingkan ASI di kelompok bayi sehat, tetapi perbedaannya tidak bermakna (p 0,183). Lisozim lebih tinggi dalam ASI di kelompok bayi yang menderita infeksi saluran nafas dibandingkan dengan bayi yang menderita infeksi saluran cerna.
Kesimpulan. Terdapat perbedaan kadar lisozim dalam ASI pada bayi sehat dan bayi sakit yang mendapat ASI eksklusif, tetapi secara statistik perbedaannya tidak bermakna.


Kata Kunci


Lisozim; ASI; bayi sehat; bayi sakit

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Presiden Republik Indonesia. Peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 23 tahun 2012 tentang pemberian air susu ibu ekslusif. Kemenkumham RI. Diunduh pada 26 Mei 2016. Didapat dari: URL:Http// www.kemenpppa.go.id/jdih/peraturan/PP%2033%20thn%202012.pdf

Aldy OS, Lubis BM, Sianturi P, Azlin E, Tjipta GD. Dampak proteksi air susu ibu terhadap infeksi. Sari Pediatri 2009;11:167-73.

Donovan SM. Human milk: nutritional properties. Dalam: Duggan C, Watkins JB, Walker WA, penyunting. Nutrition in pediatrics. Edisi keempat. Shelton: Peoples Medical Publishing; 2009.h. 341-62.

Lawrence RA. Host resistance factors and immunologic significance of human milk. Dalam: Breastfeeding. Edisi ketujuh. St. Louis: The Saunders: 2015.h. 153-196.

Lawrence RM, Pane CA. Human breast milk: current concepts of immunologyand infectious diseases. Pediatr Adolesc Health Care 2007;37:7-36.

Riskesdas 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI.

Subagyo B, Santoso NB. Diare akut. Dalam: Juffrie M. Soenarto SSY, Oswari H, Arief S, Rosalina I, Mulyani NS, penyunting. Buku Ajar Gastroenterologi Hepatologi. Edisi pertama. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2010.h. 87-120.

Benkerroum N. Antimicrobial activity of lysozyme with special relevance to milk. Afr. J. Biotechno 2007;7:4856-67

Sicairos NL, Soto FL, Lopes MR, Vargas DG, Pichardo CO, Garza M. Amoebicidal activity of milk, apo-lactoferrin, SIga and lysozyme. CM&R 2006;4:106-13.

Maga EA, Desal PT, Welmer BC, Dao N, Kults D, Murray JD. Consumption of lysozyme-rich milk can alter microbial fecal populations. 2012 Jun 29. Diunduh pada 20 Desember 2012. Didapat dari: http://aem.asm.org/content/early/2012/06/04/AEM.00956-12.full.pdf

Ella EE, Ahmad AA, Umoh VJ, Ogala WN, Balogun TB, Musa A. Studies on the interaction between IgA, lactoferrin and lysozyme in the breastmilk of lactating women with sick and healthy babies. J Infect Dis Immun 2011;3:24-9.

Hassiotou F, Hepworth AR, Metzger P, et al. Maternal and infant infections stimulate a rapid leukocyte response in breastmilk. Clinical&translational Immunology 2013:1-11

Hegar B dan Magdalena S. Air Susu Ibu dan kesehatan saluran cerna. 2009. Jakarta. Diunduh pada 2 November 2011. Didapat dari http://www.idai.or.id/asi/artikel.asp?q=20091029105942.

Alarcon ML, Vitalpando S, Fajardo A. Breast-feeding lowers the frequency and duration of acute respiratory infection and diarrhea in infants under six months of age. J Nutr 1997:127; 436 ā€“43.

Howie PW, Forysth JS, Ogston SA, Clark A, Florey CV. Protective effect of breast feeding against infection. Brit Med J 1990;300: 11-6.

Lamberti LM, Walker CL, Noiman A, Victora C, and Black R. Breastfeeding and the risk for diarrhea morbidity and mortality. BMC public health. 2011;11:515.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia tahun 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2015.

Lawrence RA.Host resistance factors and immunologic significance of humanmilk. Dalam: Lawrence RA,penyunting. Breastfeeding:A Guide for the Medical Profession. Edisi ketujuh.Missouri: Elsevier Mosby;2011.h. 153-89.

Arthur AM, Peters MDJ, Munn Z, Chu WH. Safe management of expressed breast milk (EBM). Jun1 2015. Diunduh pada 10 Juni 2017. Didapat dari:http:// www.saxinstitute.org.au

Lawrence RA. Biochemistry of human milk. Dalam: Breastfeeding.Edisi ketiga. St. Louis: The Mosby; 1989.h. 73-115.

Iskin A, Almog M, Peri R, Halasz K, Srugo I, Kessel A. Changes in immunomodulatory tituents of human milk in response to active infection in the nursing infant. Ped Res 2012;71:220-5

Lonnerdal B. Nutritional and physiologic significance of human milk proteins. Am J Clin Nutr 2003;77:1537Sā€“43S

Michaelsen KF. Breastfeeding. Dalam: Koletzko B,penyunting. Pediatric nutrition in practice. Edisi pertama. Basel: karger;2008.h 85-9




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp19.5.2018.273-8

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.