Perbedaan Rerata Kadar Hemoglobin dan Feritin Berdasarkan Tingkat Inteligensia Anak di Sekolah Luar Biasa Kota Padang

Inggrit Anggraini, Eva Chundrayetti, Eva Chundrayetti, Ellyza Nasrul, Ellyza Nasrul

Sari


Latar belakang. Fungsi intelektual dibawah rata-rata (IQ < 70) yang muncul bersamaan dengan defisit perilaku adaptif dan bermanifestasi pada periode perkembangan disebut retardasi mental (RM). Defisiensi besi merupakan salah satu defisiensi nutrisi yang diduga menjadi etiologi RM.
Tujuan. Menilai perbedaan rerata kadar hemoglobin dan feritin berdasarkan tingkat inteligensia anak di Sekolah Luar Biasa Kota Padang.
Metode. Penelitian cross sectional comparative pada November 2016 - Mei 2017 di Sekolah Luar Biasa (SLB) kota Padang. Sampel adalah siswa kelas C (tuna grahita) berusia 6-18 tahun. Sampel dikelompokkan berdasarkan tingkat intelligence quotient (IQ). Digunakan metode The Wechsler Intelligence Scale for Children 4th edition (WISC-IV) dan dibagi 3 kelompok, yaitu kelompok tidak RM, RM ringan, dan RM sedang berat. Dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dan kadar feritin semua kelompok sampel.
Hasil. Dari 60 anak di SLB Kota Padang, terdiri dari 20 anak di tiap kelompok. Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (55%) dan usia rata-rata 12,96 tahun. Median kadar ferritin kelompok RM sedang berat lebih rendah (12,24 (2,59-39,87) ng/mL) dibandingkan kelompok tidak RM (63,03 (20,29-484,37) ng/mL) dan RM ringan (66,8 (18,19-163,22) ng/mL). Secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna kadar hemoglobin dan feritin pada ketiga kelompok berdasarkan tingkat inteligensia (p<0,05).
Kesimpulan. Terdapat perbedaan rerata kadar hemoglobin dan feritin berdasarkan tingkat inteligensia anak di Sekolah Luar Biasa Kota Padang.


Kata Kunci


defisiensi besi; feritin; retardasi mental; tingkat inteligensia; SLB

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Soetjiningsih. Retardasi mental. Dalam: Soetjiningsih, Ranuh G, penyunting. Tumbuh kembang anak. Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2013.h.511-26.

Yatchmink Y. Keterlambatan perkembangan: maturasi yang tertinggal hingga retardasi mental. Dalam: Bani PA, Limanjaya D, Anggraini D, Mahanani DA, Hartanto H, Mandera LI, penyunting. Buku Ajar Pediatri Rudolph. Edisi ke-20. Jakarta: EGC; 2006.h.136-9.

Saphiro BK, Batshaw ML. Mental retardation. Dalam: Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, penyunting. Nelson textbook of pediatrics. Edisi ke-17. Philadelphia: Saunders; 2007.h.191-7.

Sularyo TS. Tumbuh kembang anak dengan minat khusus pada aspek pencegahan Tuna grahita. Disampaikan pada seminar sehari jangan sampai anakku tuna grahita, Jakarta, 21 November, 1992. 1992.

WHO. Primary prevention of mental neurological and psychosocial disorders. Geneva, WHO;1998:8-53.

Departemen Kesehatan. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 Bidang Biomedis Jakarta: Badan Litbangkes, Depkes RI; 2010.

Lumbantobing SM. Anak dengan mental terbelakang. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 1997.

Ramelan W. Tuna grahita bawaan: latar belakang genetik dan deteksi dini pada orangtua. Disampaikan pada seminar sehari jangan sampai anakku tuna grahita, Jakarta, 21 November, 1992.

Armatas V. Mental retardation: definitions, etiology

epidemiology, and diagnosis. J Sport and Health Res 2009;1:112-22.

Sularyo TS, Kadim M. Retardasi mental. Sari Pediatri 2000;2:170-7.

11. Chen MH, Su TP, Chen YS, Hsu JW, Huang KL, Chang WH, dkk. Association between psychiatric disorders and iron deficiency anemia among children and adolescents: a nationwide population-based study. BMC Psychiatry 2013;13:161.

Gratham-McGroger S, Ani C. A review of studies on the effect

of iron deficiency on cognitive development in children. J Nutr 2001;131:649S-68S.

McCann JC, Ames BN. An overview of evidence for a causal relation between iron deficiency during development and deficits in cognitive or behavioral function. Am J Clin Nutr 2007;85:931-45.

Osendarp SJ, Murray-Kolb LE, Black MM. Case study on iron in mental development-in memory of John Beard (1947-2009). Nutr Rev 2010;68:48-52.

Soetjiningsih, Melati D. Pengaruh defisiensi besi terhadap tumbuh kembang anak Dalam: Soetjiningsih, Ranuh G, penyunting. Tumbuh kembang anak. Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2013.h.623-32.

Benton D. Micronutrient status, cognition and nehavioral problems in childhood. Eur J Nutr 2008;47:38-50.

Raspati H. Anemia defisiensi besi. Dalam: Permono HB, Sutaryo, Ugrasena IDG, Windiastuti E, Abdulsalam M, penyunting. Buku ajar hematologi onkologi anak. Jakarta: BP IDAI; 2006.h.30-4.

Bragya B, Ramakrishna A. Prevalence of mental retardation among children in Mangalore. Nitte University J of Health Sci 2013;3:63-6.

Johnson CP, Walker WO. Mental retardation: management and prognosis. Pediatrics in Rev 2006;27:249-56.

Abdallah AM, El-Sherbeny SSA, Khairy S. Nutritional status

of mentally disabled children in Egypt. Egypt J Hosp Med

;29:604-15.

Nogay NK. Nutritional status in mentally disabled children and adolescents: A study from Western Turkey. Pak J Med Sci 2013;29:614-8.

Hurtado EK, Claussen AH, Scott KG. Early childhood anemia and mild or moderate mental retardation. Am J Clin Nutr 1999;69:115-9.

Woldie H, Kebede Y, Tariku A. Factors associated with anemia among children aged 6–23 months attending growth monitoring at Tsitsika Health Center, Wag-Himra Zone, Northeast Ethiopia. J Nutr Metab 2015;2:1-9.

Shafir T, Angulo-Barroso R, Su J, Jacobson SW, Lozoff B. Iron

deficiency anemia in infancy and reach and grasp development. Infant Behav Dev 2009;32:366-75.

Batra J, Sood A. Iron deficiency anaemia: effect on cognitive development in children: a review Indian J Clin Biochem 2005;20:119-25.

Jain M. Iron deficiency anaemia and cognition in school age girls: a comparison of iron and food supplementation strategies. Int J Nutr Agr Res 2014;1:55-62.

Moschonis G, Chrousos GP, Lionis C, Mougios V, Manios Y. Association of total body and visceral fat mass with iron deficiency in preadolescents: the Healthy Growth Study. Brit J Nutr 2012;108:1-8.

Zafon C, Lecube A, Simó R. Iron in obesity. An ancient micronutrient for a modern disease. Obesity Rev. 2010;11:322-8.

More S, Shivkumar VB, Gangane N, Shende S. Effects of Iron

Deficiency on Cognitive Function in School Going Adolescent Females in Rural Area of Central India. Hindawi Pub Corp 2013;2013:1-5.

Gebril OH, Abdelraouf ER, Hashish AF. A study of zinc, copper and iron parameters in children with cognitive impairment. Med Res J 2014;13:40-4.

Chauhan U, Golhar S, Dahake P. Correlation between iron deficiency anemia and cognitive achievement in school aged children. Annals of Int Med Den Res 2016;2:178-80.

Georgieff MK. Iron in the brain: its role in development and Injury. Neo Rev 2006;7:344-52.

Thomas DG, Grant SL, Aubuchon-Endsley NL. The role of iron in neurocognitive development. Dev Neuropsychol 2009;34:196-222.

Lozoff B, Georgieff MK. Iron deficiency and brain development.

Semin Pediatr Neurol 2006;13:158-65.

Lozoff B, Jimenez F, Hagen J, Mollen E, Wolf AW. Poorer behavioral and developmental outcome more than 10 years after treatment for iron deficiency in infancy. Pediatrics 2000;105:51-5.

Lena H. Iron deficiency and cognition. Scand J Nutr 2003;47:152-6.

Yunirman Y. Hubungan status besi dengan prestasi belajar murid kelas V SD di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, tesis. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, 2003.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp20.4.2018.207-13

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.