Permasalahan Diagnostik Sindrom Alagille
Sari
Sindrom Alagille (SA) adalah suatu kelainan yang diturunkan secara autosomal dominan
akibat defek pada gen JAG1 di kr20p12. Gen ini diekspresikan di berbagai sistem dengan
manifestasi mayor kolestasis kronik, kelainan jantung, mata, tulang vertebra, dan bentuk
wajah yang khas. Umumnya disertai pula dengan manifestasi minor seperti gangguan
tumbuh-kembang, perdarahan intrakranial, gangguan ginjal dan pankreas. Diagnosis
pasti berdasarkan pada gambaran histopatologi hati berupa paucity of the interlobular
bile ducts. Prognosis umumnya tergantung pada beratnya kelainan hati dan/atau jantung.
Penyebab mortalitas lainnya adalah perdarahan intrakranial akibat kelainan vaskular
susunan saraf pusat. Terapi suportif dietetik dan medikamentosa diberikan untuk
meringankan komplikasi kolestasis kronik. Sebagian pasien membutuhkan terapi definitif
berupa transplantasi hati. Kasus yang dilaporkan adalah anak perempuan berusia 22
bulan yang menderita kolestasis sejak usia 2 bulan. Kemungkinan SA tidak dipikirkan
sejak awal karena tidak ditemukan penampakan wajah yang khas. Pemeriksaan selanjutnya
menunjukkan adanya bile duct paucity dengan sirosis dan hipertensi portal (ringan),
embrio-tokson posterior, defek septum atrium, gangguan tumbuh-kembang dan kelainan
ginjal. Prognosis kasus ini tidak baik mengingat telah terjadinya komplikasi sirosis. Di
lain pihak, diperlukan pemantauan ketat untuk mengantisipasi perdarahan varises,
perdarahan intrakranial dan fraktur berulang. Pruritus yang hebat tidak berhasil diatasi
dengan terapi medikamentosa sehingga akan memperburuk kualitas hidup anak. Pada
kolestasis intrahepatik, perlu dipikirkan kemungkinan SA, terutama bila ditemukan
berbagai kelainan sistem organ lainnya.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Riely CA. Familial intrahepatic cholestasis syndromes.
Dalam: Suchy FJ, penyunting. Liver disease in children.
Edisi ke-1. St. Louis: Mosby-Year Book inc; 1994. h.
-51.
Mowat AP. Hepatitis and cholestasis in infancy:
intrahepatic disorders. Dalam: Mowat AP, penyunting.
Liver disorders in childhood. Edisi ke-3. Oxford:
Butterworth-Heinemann Ltd; 1994. h. 69-73.
Krantz ID, Piccoli DA, Spinner NB. Alagille syndrome.
J Med Genet 1997; 34:152-7.
Roberts EA. The jaundiced baby. Dalam: Kelly DA,
penyunting. Disease of the liver and biliary system in
children. Edisi ke-1. Oxford: Blackwell Science; 1999. h.
-6.
Kennedy MS, Balistreri WF. Pediatric liver disease.
Dalam: Friedman LS, Keeffe EB, penyunting. Handbook
of Liver disease. Edisi ke-1. Edinburgh: Churchill
Livingstone; 1998. h. 319.
Loomes KM, Underkoffler LA, Morabito J, Gottlieb S,
Piccoli DA, Spinner NB, et al. The expression of jagged1
in the developing mammalian heart correlates with
cardiovascular disease in Alagille syndrome. Human
Molecular Genetics 1999; 8:2443-9.
Quiros-Tejeira RE, Ament ME, Heyman MB, Martin
MG, Rosenthal P, Hall TR, et al. Variable morbidity in
Alagille syndrome: a review of 43 cases. J Pediatr
Gastroenterol Nutr 1999; 29:431-7.
Emerick KM, Rand EB, Goldmuntz E, Krantz IA,
Spinner NB, Piccoli DA. Features of Alagille syndrome
in 92 patients: frequency and relation to prognosis.
Hepatology 1999; 29:822-9.
Wasserman D, Zemel BS, Mulberg AE, John HA,
Emerick KM, Barden EM, et al. Growth, nutritional
status, body composition, and energy expenditure in
prepubertal children with Alagille syndrome. J Pediatr
; 134:172-7.
Hingorani M, Nischal KK, Davies A, Bentley C, Vivian
A, Baker AJ, et al. Ocular abnormalities in Alagille
syndrome. Ophthalmology 1999; 106:330-7.
Purnamawati SP. Transplantasi hati pada anak. Dalam:
Firmansyah A, Bisanto J, Nasar SS, Dwipurwantoro PG,
Oswari H, penyunting. Dari kehidupan intrauterin
sampai transplantasi organ. Naskah Lengkap Pendidikan
Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak FKUI
XLII; 22-23 Februari 1999; Jakarta. Jakarta: Balai
Penerbit FKUI, 1999.
Spinner NB, Rand EB, Fortina P, Genin A, Taub R,
Semeraro A, et al. Cytologically balanced t(2;20) in a
two-generation family with Alagille syndrome:
cytogenetic and molecular studies. Am J Hum Genet
; 55:238-43.
Li L, Krantz ID, Deng Y, Genin A, Banta AB, Collins
CC, et al. Alagille syndrome is caused by mutations in
human jagged1, which encodes a ligand for notch 1.
Nature Genetics 1997; 16:243-51.
Louis AA, Eyken PV, Haber BA, Hicks C, Weinmaster
G, Taub R, et al. Hepatic jagged1 expression studies.
Hepatology 1999; 30:1269-75.
Onouchi Y, Kurahashi H, Tajiri H, Ida S, Okada S,
Nakamura Y. Genetics alterations in the jag1 gene in
japanese patients with Alagille syndrome. J Hum Genet
; 44:235-9.
Hoffenberg EJ, Narkewics MR, Sondheimer JM, Smith
DJ, Silverman A, Sokol RJ. Outcome of syndromic
paucity of interlobular bile ducts (Alagille syndrome)
with onset of cholestasis in infancy. J Pediatr 1995;
:220-4.
Poley JR. Syndromes of neonatal cholestasis. Dalam:
Gracey M, Burke V, penyunting. Pediatric gastroenterology
and hepatology. Edisi ke-3. Boston: Blackwell Scientific
Publications; 1993. h. 584-8.
Purnamawati SP. Tatalaksana perdarahan saluran
cerna. Dalam: Firmansyah A, Bisanto J, Nasar SS,
Dwipurwantoro PG, Oswari H, penyunting. Dari
kehidupan intrauterin sampai transplantasi organ.
Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan
Ilmu Kesehatan Anak FKUI XLII; 22-23 Februari
; Jakarta. Jakarta: Balai Penerbit FKUI,1999.
Silberbach M, Lashley D, Reller MD, Kinn WF, Terry
A, Sunderland CO. Arteriohepatic dysplasia and
cardiovascular malformations. Am Heart J 1994;
:695-9.
Soeroso S, Sastrosoebroto H. Defek septum atrium.
Dalam: Sastroasmoro S, Madiyono B, penyunting. Buku
ajar kardiologi anak. Edisi ke-1. Jakarta: Binarupa Aksara;
h. 203-8.
Puklin JE, Riely CA, Simon RM, Cotlier E. Anterior
segment and retinal pigmentary abnormalities in
arteriohepatic dysplasia. Ophthalmology 1981; 88:337-47.
Bérard E, Saries J, Triolo V, Gagnadoux MF, Wernert F,
Hadchouel M, et al. Renovascular hypertension and
vascular anomalies in Alagille syndrome. Pediatr Nephrol
; 12:121-4.
Martin SR, Garel L, Alvarez F. Alagille’s syndrome
associated with cystic renal disease. Arch Dis Child 1996;
:232-5.
Woolfenden AR, Albers GW, Steinberg GK, Hahn JS,
Johnston DC, Farrell K, et al. Moyamoya syndrome in
children with Alagille syndrome: additional evidence of
vasculopathy. Pediatrics 1999:505-8.
Joutel A, Vahedi K, Corpechot C, Troesch A, Chapriat
H, vayssière C, et al. Strong clustering and stereotyped
nature of notch 3 mutations in cadasil patients. Lancet
; 350:1511-5.
Nasar SS, Soepardi S, Aryono H. Dukungan nutrisi pada
penyakit hati kronik. Dalam: Firmansyah A, Bisanto J,
Nasar SS, Dwipurwantoro PG, Oswari H, penyunting.
Dari kehidupan intrauterin sampai transplantasi organ.
Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan
Ilmu Kesehatan Anak FKUI XLII; 22-23 Februari 1999;
Jakarta. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 1999.
Wiharta AS. Peran ursodeoksikolat pada pengobatan
kolestasis medik. Dalam: Wiharta AS, Zulkarnain Z,
Purnamawati SP, penyunting. Hepatology anak masa
kini. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran
Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak FKUI XXVII; 6-
Nopember 1992; Jakarta. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI, 1992.
Ramirez RO, Sokol RJ. Medical management of
cholestasis. Dalam; Suchy FJ, penyunting. Liver disease
in children. Edisi ke-1. St. Louis: Mosby-Year Book Inc;
h. 356-76.
Yerushalmi B, Sokol RJ, Narkewicz MR, Smith D, Karrer
FM. Use of rifampin for severe pruritus in children with
chronic cholestasis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 1999;
:442-7.
DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp2.3.2000.132-8
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##
Email: editorial [at] saripediatri.org
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.